Hitung kesalahan speedometer saat mengganti ukuran ban. Lihat kecepatan aktual vs kecepatan yang ditampilkan untuk 60, 80, 100, 120 km/j.
Kalkulator kesalahan speedometer adalah alat khusus untuk menganalisis secara presisi bagaimana perubahan diameter ban memengaruhi sistem pengukuran kecepatan kendaraan. Karena speedometer kendaraan diprogram berdasarkan putaran ukuran ban tertentu, pemasangan ban dengan diameter berbeda menciptakan selisih antara pembacaan dasbor dan kecepatan aktual. Alat ini menghitung selisih tersebut sebagai persentase yang tepat, membantu pengemudi menghindari tilang dan lebih memahami perilaku sebenarnya kendaraan mereka.
Perhitungan dimulai dengan menentukan perbedaan keliling antara ban asli dan ban baru. Keliling diperoleh dengan mengalikan diameter dengan pi (π), dan rasio antara dua keliling tersebut langsung bersesuaian dengan selisih kecepatan. Misalnya, jika keliling ban baru 3% lebih besar, ban menempuh jarak 3% lebih jauh setiap putaran, artinya kecepatan aktual 3% lebih cepat dari yang ditunjukkan speedometer. Kalkulator kami menerapkan hubungan linier ini pada berbagai rentang kecepatan (60, 80, 100, 120 km/j) untuk menghasilkan tabel perbandingan terperinci.
Masukkan ukuran ban asli dan baru (lebar/rasio aspek/diameter pelek) untuk menghitung tingkat kesalahan speedometer. Diameter ban yang lebih besar berarti kecepatan aktual Anda lebih cepat dari yang ditampilkan.
Tingkat kesalahan dalam ±3% umumnya dapat diterima. Kesalahan yang lebih besar dapat menyebabkan masalah dengan penegakan batas kecepatan dan akurasi odometer.
Notasi ukuran ban: 205/55R16 → Lebar 205mm, Rasio Aspek 55%, Diameter Pelek 16 inci
Rumus dasarnya adalah: error% = (diameterBaru − diameterLama) / diameterLama × 100. Contoh nyata: mengganti ban 205/55R16 (diameter total 632,6 mm) dengan 225/45R17 (634,3 mm) menghasilkan (634,3 − 632,6) / 632,6 × 100 ≈ +0,27%, masih jauh di dalam batas aman. Sebaliknya, beralih ke 245/70R16 (749,3 mm) menghasilkan +18,5%, jauh melampaui toleransi.
Sebagian besar yurisdiksi dan pabrikan menargetkan deviasi diameter ±3%. Regulasi UNECE 39 dan US FMVSS 127 mewajibkan speedometer tidak pernah membaca di bawah kecepatan sebenarnya, dan paling banyak membaca true_speed × 1,10 + 4 km/j, sehingga speedometer yang membaca di bawah kecepatan aktual setelah memasang ban lebih tinggi adalah arah yang benar-benar berbahaya. Kesalahan umum adalah hanya membandingkan lebar penampang: ban 215 dan 225 dengan rasio aspek berbeda bisa memiliki diameter identik dengan nol error, sementara dua ban dengan lebar yang sama bisa berbeda beberapa persen.
Ingat bahwa error bersifat linier dan proporsional, sehingga persentasenya sama di setiap kecepatan; error 3% berarti 3 km/j pada 100 km/j tetapi hanya 1,8 km/j pada 60 km/j. Diameter yang tercetak pabrikan adalah nilai tanpa beban, sedangkan radius rolling (bermuatan) kira-kira 2–3% lebih kecil akibat defleksi ban, sehingga error di dunia nyata bisa sedikit bergeser dari prediksi geometris.