Hitung crawl ratio kendaraan Anda: rasio rendah transfer case × rasio gardan. Penting untuk performa off-road dan rock crawling.
Kalkulator Crawl Ratio adalah alat rekayasa profesional untuk menganalisis performa merangkak kecepatan rendah dan penggandaan torsi kendaraan off-road. Alat ini menentukan seberapa efektif torsi mesin diperbesar saat mencapai roda, yang krusial untuk mempertahankan momentum steady kecepatan rendah saat mendaki bebatuan atau tanjakan curam. Bagi penggemar 4WD, ini adalah salah satu metrik terpenting untuk menilai kemampuan off-road kendaraan.
Rasio dihitung sebagai hasil kali 'Rasio Gigi 1 Transmisi × Rasio Low Transfer Case × Rasio Penggerak Akhir Gardan.' Alat ini menggabungkan rasio setiap komponen untuk menurunkan total reduksi akhir. Angka yang lebih tinggi (misalnya, lebih dari 70:1) berarti mesin dapat berputar lebih tinggi sementara roda berputar sangat lambat namun dengan gaya yang sangat besar. Berdasarkan hasilnya, sistem memberikan interpretasi profesional seperti kemampuan 'Off-Road Umum', 'Trek Teknis', atau 'Rock Crawling Profesional'.
Crawl ratio = rasio gigi rendah transmisi × rasio low-range transfer case × rasio penggerak akhir gardan. Contoh nyata: gigi 1 sebesar 4,0:1 × transfer case 2,72:1 × gardan 3,73 = 40,6:1. Ganti ke gardan 4,10 dan hasilnya menjadi 4,0 × 2,72 × 4,10 ≈ 44,6:1; target umum para penggemar adalah 50:1 untuk jalur sedang dan 70–100:1 untuk rock crawling serius.
Ban yang lebih besar mengurangi crawl ratio efektif karena mereka melipatgandakan torsi ke arah yang salah: bagi crawl ratio dengan (diameterBaru / diameterLama) untuk memperkirakan kehilangannya. Beralih dari ban 33 inci ke 37 inci (37/33 ≈ 1,12) menurunkan crawl 70:1 menjadi sekitar 62:1, itulah mengapa ban lebih besar biasanya memaksa penggantian rasio gardan. Kesalahan umum adalah hanya menyebut angka low-range transfer case (misalnya '2,72 low range') sebagai crawl ratio, mengabaikan pengganda transmisi dan gardan.
Crawl ratio tinggi memungkinkan mesin idle mendekati RPM torsi puncak sementara roda hampir tidak berputar, memberikan kontrol throttle yang halus dan mengurangi kebutuhan menginjak rem saat turun. Batas praktisnya adalah traksi dan kekuatan drivetrain, bukan sekadar angkanya — di atas sekitar 80–100:1 faktor pembatasnya menjadi cengkeraman ban dan kapasitas torsi poros gardan daripada rasio gigi, sehingga memasangkan rasio ekstrem dengan gardan yang ditingkatkan adalah praktik standar.